Ambon – Keberhasilan film pendek “Yelim” meraih Platinum Award dan Medali Emas pada ajang SeIBa 4 Years International Festival 2026 menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon. Tidak hanya unggul dari sisi sinematografi, film ini juga berhasil menyampaikan pesan moral yang kuat melalui kisah sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Film “Yelim” mengisahkan perjalanan seorang pelajar bernama Ongen yang memiliki impian membeli sebuah laptop untuk menunjang kebutuhan belajarnya. Harapan tersebut berubah menjadi sebuah dilema ketika ia mengetahui sahabatnya, Elan, harus menjalani operasi demi keselamatan hidupnya, sementara kondisi ekonomi keluarga Elan tidak memungkinkan untuk membiayai pengobatan tersebut. Di tengah pilihan yang sulit, Ongen dihadapkan pada keputusan antara mewujudkan impiannya atau menggunakan tabungan yang telah lama dikumpulkannya untuk membantu sahabatnya.
Alur cerita kemudian membawa penonton pada makna sesungguhnya tentang kepedulian dan pengorbanan. Ongen akhirnya memilih mendahulukan keselamatan Elan dibanding kepentingan pribadinya. Keputusan tersebut juga menggerakkan masyarakat sekitar untuk ikut memberikan dukungan, sehingga semangat gotong royong dan solidaritas menjadi kekuatan utama yang mengakhiri cerita dengan penuh harapan.
Melalui kisah tersebut, “Yelim” menyampaikan pesan bahwa nilai kemanusiaan selalu berada di atas kepentingan materi. Impian dapat diwujudkan pada waktu yang lain, namun kesempatan untuk menyelamatkan kehidupan seseorang tidak dapat ditunda. Nilai-nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat saling membantu menjadi benang merah yang menjadikan film ini relevan dengan kehidupan masyarakat sekaligus mampu menyentuh penonton dari berbagai latar belakang.
Selain mengangkat pesan kemanusiaan, film ini juga memperkenalkan identitas budaya Maluku melalui judul “Yelim”, yang merepresentasikan nilai kebersamaan dan persaudaraan yang hidup dalam masyarakat. Pengemasan cerita yang memadukan budaya lokal dengan pesan universal menjadi salah satu kekuatan yang mengantarkan film ini memperoleh apresiasi tertinggi pada festival internasional tersebut.
Keberhasilan “Yelim” tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan oleh Fakultas Syariah melalui pendampingan Wakil Dekan I Fakultas Syariah, Syah Awaluddin Capaian ini menunjukkan bahwa Fakultas Syariah tidak hanya mendorong pengembangan kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga memberikan ruang bagi lahirnya karya-karya kreatif yang mampu menyampaikan nilai-nilai sosial, budaya, dan kemanusiaan kepada masyarakat luas.
Prestasi yang diraih “Yelim” diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya melalui media kreatif yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menghadirkan pesan yang membangun karakter, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di tingkat internasional.